Madeleine Homan Blanchard
Kepada Madeleine,
Saya adalah ketua tim di departemen R&D sebuah perusahaan farmasi. Tim kami terdiri dari ilmuwan dan insinyur, dan pekerjaan yang kami jalani terasa menarik serta menantang. Saya pribadi sangat menikmati peran sebagai pemimpin tim, dan sejauh ini anggota tim saya juga terlihat nyaman bekerja bersama saya.
Masalahnya, atasan baru saya terasa sangat sulit dihadapi. Kami sangat menyukai atasan sebelumnya ia ramah, cerdas, dan mampu mendorong kami berkembang lebih jauh dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah. Sebaliknya, atasan baru ini yang diam-diam kami juluki “Ice King” datang dari luar perusahaan dan terkesan tidak terlalu peduli pada siapapun di antara kami. Sikapnya dingin dan kurang bersahabat.
Setiap kali harus mengikuti rapat bersamanya, saya selalu merasa tegang. Ia datang tepat waktu, membagikan agenda yang sudah dikirim sebelumnya lengkap dengan instruksi siapa menyiapkan apa. Ia hampir tidak pernah tersenyum, apalagi tertawa. Jika ia setuju dengan suatu hal, ia hanya mengangguk singkat dengan wajah datar. Jika ia tidak setuju atau menemukan kesalahan, nadanya berubah tegas dan ia berkata pendek, “Itu salah. Perbaiki.”
Sebagian besar manajer yang pernah bekerja dengan saya rutin mengadakan pertemuan 1 on 1 dengan anggota timnya. Saya pun melakukan hal yang sama dengan tim saya. Namun, jujur saja, atasan saya terasa begitu kaku hingga saya justru bersyukur ia tidak mengadakan pertemuan seperti itu dengan saya. Bahkan sekarang pun saya sudah merasa gelisah membayangkan penilaian kinerja yang akan saya hadapi dalam beberapa bulan ke depan.
Adakah cara agar kami bisa membuatnya lebih santai dan bersikap lebih ramah?
___________________________________________________________________________
Jawaban singkatnya: Anda tidak bisa mengubahnya. Tentu saja Anda bisa mencoba, tetapi kemungkinan besar usaha itu tidak sebanding dengan waktu dan energi yang Anda keluarkan. Pada dasarnya, kita tidak bisa benar-benar “memperbaiki” orang lain. Orang memang bisa berubah, tetapi itu jarang terjadi dan biasanya membutuhkan alasan yang sangat kuat.
Hasil yang lebih baik justru akan Anda dapatkan jika Anda mengubah cara Anda menyikapi situasi ini.
Saat ini, tanpa sadar Anda memaknai sikap atasan Anda secara personal, padahal sebenarnya hal itu tidak ada hubungannya dengan diri Anda. Wajar jika Anda merindukan atasan lama yang hangat dan menyenangkan. Saya pun ikut memahami rasa kehilangan tersebut. Namun, atasan baru Anda tampaknya memang pribadi yang sangat analitis dan cenderung introvert. Ini bukan soal pribadi. Sama sekali bukan tentang Anda.
Coba ubah sudut pandang Anda. Bayangkan Ice King sebagai sosok yang sangat fokus pada data, akurasi, dan fakta yang kurang nyaman dengan urusan relasi antar individu dan mungkin justru bingung menghadapi bawahan yang berharap ia menjadi sosok hangat dan ekspresif sesuatu yang memang bukan dirinya.
Jika dilihat dari sudut pandang ini, sebenarnya tidak banyak yang perlu ditakuti, selain datang dengan pekerjaan yang kurang rapi. Bahkan ketika ada kesalahan, ia hanya akan menunjukkannya agar bisa segera diperbaiki. Setidaknya, ia memberikan kejelasan, konsistensi, dan kepastian. Dan itu bukan hal yang buruk.
Begitu Anda berhenti berharap Ice King menjadi pribadi yang berbeda, menerima dirinya apa adanya, dan tidak lagi mengaitkan sikapnya dengan diri Anda, perasaan Anda akan jauh lebih ringan. Dengan tipe orang seperti ini, Anda selalu tahu posisi Anda. Semuanya berbasis fakta. Tidak ada politik kantor, tidak ada agenda tersembunyi. Fokusnya sederhana: pekerjaan harus selesai dengan benar, tepat waktu, dan sesuai anggaran.
Persiapkan penilaian kinerja Anda dengan sebaik mungkin. Pastikan semuanya tersusun rapi, lengkap, dan yang paling penting, akurat. Anda akan baik-baik saja. Bahkan, ketika Anda berhenti menghakiminya, bisa jadi ia justru akan mengejutkan Anda secara positif.
Anda jelas lebih menyukai suasana kerja yang hangat, akrab, dan penuh kebersamaan. Itu tidak masalah sama sekali. Anda tetap bisa menumbuhkan suasana tersebut dalam tim yang Anda pimpin. Hal-hal ini mungkin tidak penting bagi atasan baru Anda, dan itu pun tidak apa-apa. Ada perbedaan besar antara masalah yang benar-benar serius dan sesuatu yang sekadar tidak Anda sukai. Ini baru menjadi masalah jika Anda memilih untuk menjadikannya sebagai masalah.
Salam hangat,
Madeleine
David Witt adalah Direktur Program Blanchard®. Dia adalah peneliti pemenang penghargaan dan pembawa acara seri webinar bulanan perusahaan. David juga menulis atau ikut menulis artikel di Fast Company, Human Resource Development Review, Chief Learning Officer, dan US Business Review.