Menciptakan Rasa Aman Psikologis di Tempat Kerja

Oleh Courtney Harrison

Merasa aman secara psikologis di tempat kerja sekarang menjadi hal yang lebih penting dari sebelumnya. Dua tahun terakhir ini menghadirkan prioritas yang utama, tuntutan yang menumpuk, dan semua hal yang membutuhkan perhatian yang cepat. Perubahan yang tak henti-hentinya seperti badai terus berputar di sekitar kita. Tanpa “pelampung” berupa rasa aman psikologis, karyawan dapat merasa seperti sedang tenggelam.

Pemimpin yang berhasil menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis bukan hanya memberi pelampung untuk timnya namun mereka ikut turun langsung dan mengayuh bersama.

Manfaat Rasa Aman Psikologis

 

Membangun fondasi rasa aman psikologis memungkinkan komunikasi yang jujur. Lingkungan seperti ini membuat anggota tim merasa cukup aman untuk bersuara serta menyampaikan kekhawatiran, tantangan, dan pertanyaan kepada pemimpin, serta memberi tahu ketika mereka kewalahan atau hampir burnout.

Sebaliknya, lingkungan yang kehilangan rasa aman psikologis biasanya memupuk rasa takut dan malu, membuat anggota tim berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja—sampai akhirnya mereka tidak mampu berpura-pura lagi. Dan siapa yang biasanya harus membereskan konsekuensinya? Pemimpin. Dengan menciptakan situasi di mana anggota tim merasa aman untuk berbicara secara terbuka, pemimpin dapat mencegah banyak masalah seperti pekerjaan ulang, miskomunikasi, atau bahkan kehilangan karyawan terbaik

Rasa aman psikologis juga merupakan syarat penting untuk inovasi. Ketika seseorang merasa aman dalam perannya baik dengan tim maupun pemimpinnya maka mereka cenderung lebih berani mengambil risiko, berpikir kreatif, keluar dari zona nyaman, dan memberikan ide segar. Di dunia bisnis yang bergerak cepat, kemampuan berinovasi seperti ini bisa menjadi pembeda besar. Seperti kata Brené Brown, rasa aman memberi seseorang izin untuk “berani mengambil langkah besar”.

Selain itu, rasa aman psikologis memperkuat rasa kebersamaan. Kita semua tahu bahwa isolasi dapat menjadi kekuatan yang merusak, terutama dalam tim yang bekerja jarak jauh atau hybrid. Orang membutuhkan rasa aman untuk saling mendukung dan membangun solidaritas. Hubungan yang kuat antar rekan kerja dapat menjadi kekuatan stabil yang menjaga moral tim dan memperkuat loyalitas

Yang paling penting, rasa aman psikologis memungkinkan seseorang menjadi versi terbaik dari dirinya. Ketika anggota tim merasa aman, mereka dapat tumbuh—berani menyampaikan ide kreatif, jujur membicarakan beban kerja mereka, dan saling menjaga satu sama lain.

Menjadi Teladan Rasa Aman Psikologis

Cara paling efektif untuk menumbuhkan rasa aman psikologis adalah dengan meneladankannya. Seorang pemimpin ibarat jam utama yang menjadi acuan bagi semua orang. Tim bukan hanya mendengar apa yang dikatakan pemimpin, tetapi terutama memperhatikan apa yang dilakukan pemimpin. Dan tindakan pemimpin adalah faktor terbesar yang menentukan tingkat rasa aman psikologis dalam tim.

Salah satu praktik penting adalah bersedia membagikan perjuangan, frustrasi, ketakutan, dan kegagalan diri sendiri. Ceritakan pengalaman yang membentuk diri sebagai pemimpin. Jelaskan bagaimana tantangan mengajarkan sesuatu dan bagaimana proses pembelajaran itu masih berlangsung hingga sekarang.

Ingat bahwa kepercayaan sering bekerja secara terbalik; sebagai pemimpin, seseorang biasanya harus memberi kepercayaan terlebih dahulu sebelum menerimanya kembali. Memanfaatkan kerentanan diri sebagai kekuatan justru bisa menular dan membuat seluruh tim merasakan keamanan, pemberdayaan, dan rasa saling percaya.

Lakukan Check-In secara Rutin

Kebiasaan penting lainnya untuk meningkatkan rasa aman psikologis adalah rajin melakukan check-in dengan anggota tim. Jadikan hal ini prioritas dan lakukan dengan tulus. Jangan sekedar bertanya, “Bagaimana kabarnya?” tetapi tanyakan, “Bagaimana kabar kamu sebenarnya?” Bersedia untuk membahas kondisi emosional mereka lebih dalam.

Setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda dalam berbagi, dan itu tidak masalah. Temui mereka di titik mereka berada. Tunjukkan melalui tindakan bahwa mereka dipandang sebagai manusia terlebih dahulu dan bukan sekadar pekerja.

Check-in juga bisa dilakukan dalam bentuk lain selain pertemuan satu-satu. Misalnya, memulai rapat dengan slide yang mengajak tim menunjukkan kondisi mereka saat itu—seperti ramalan cuaca versi emosi. Bila tidak nyaman bicara, mereka bisa memilih emoji. Membuka sedikit ruang untuk dialog bermakna dapat sangat memperkuat rasa aman psikologis dalam tim.

Dukung Kesejahteraan

 

Kesejahteraan dan performa kerja sangat terkait, dan rasa aman psikologis menjadi pondasinya. Karena itu, pemimpin perlu lebih dulu mencontohkan perilaku sehat. Salah satu cara sederhana adalah memulai rapat lima menit lewat jam dan mengakhiri sedikit lebih awal maka memberi sinyal bahwa menjaga keseimbangan itu diperbolehkan.

Yang dilakukan pemimpin jauh lebih penting daripada apa yang disampaikan. Jangan hanya menyuruh tim menjaga diri namun perlihatkan bagaimana pemimpin menjaga dirinya sendiri. Mungkin dengan membagikan foto sedang berjalan dengan anjing di siang hari atau makan siang bersama keluarga.

Apakah pemimpin rajin mengingatkan tim untuk benar-benar beristirahat setelah jam kerja atau saat cuti? Lalu pertanyaan yang lebih sulit: apakah pemimpin sendiri mengirim email di luar jam kerja atau saat libur? Ingat metafora jam utama: tindakan pemimpin akan ditiru tim. Menjadikan praktik kesejahteraan sebagai prioritas sakral dapat membebaskan seluruh tim untuk melakukan hal yang sama.

Penutup

Dalam hierarki kebutuhan Maslow, tujuan akhirnya adalah aktualisasi diri. Namun, seseorang tidak dapat mencapai puncak piramida tanpa terlebih dahulu membangun tingkat dasar. Rasa aman psikologis adalah fondasi penting dari seluruh struktur tersebut—yang membuka jalan bagi pertumbuhan, hubungan tim yang kuat, dan kesadaran diri yang mendalam.

Ketika seorang pemimpin merancang lingkungan yang aman secara psikologis, ia sebenarnya memberikan hadiah berharga kepada timnya. Hadiah ini tampak dalam sikap, rasa kebersamaan, efektivitas kerja, komitmen, dan semangat inovasi mereka. Dunia saat ini sangat membutuhkan lebih banyak rasa aman psikologis dan semuanya dimulai dari para pemimpin.

David Witt adalah Direktur Program Blanchard®. Dia adalah peneliti pemenang penghargaan dan pembawa acara seri webinar bulanan perusahaan. David juga menulis atau ikut menulis artikel di Fast Company, Human Resource Development Review, Chief Learning Officer, dan US Business Review.