Courtney Harrison
Merasa aman secara psikologis di tempat kerja kini menjadi semakin penting. Dua tahun terakhir dipenuhi oleh perubahan besar, tuntutan yang saling bertabrakan, serta tekanan yang datang tanpa henti. Perubahan yang terus-menerus ini sering kali membuat karyawan merasa kewalahan, bahkan seolah “tenggelam”.
Tanpa adanya rasa aman secara psikologis, karyawan akan kesulitan bertahan. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis tidak hanya memberikan solusi dari kejauhan, tetapi turut hadir, mendampingi, dan menghadapi tantangan bersama timnya.
Manfaat Keamanan Psikologis di Tempat Kerja
Menjadi Teladan Keamanan Psikologis
Cara paling efektif untuk menumbuhkan keamanan psikologis adalah dengan mencontohkannya secara langsung. Pemimpin ibarat “jam utama” yang menjadi acuan bagi seluruh tim. Orang-orang mungkin mendengar apa yang Anda katakan, tetapi mereka jauh lebih memperhatikan apa yang Anda lakukan.
Salah satu bentuk keteladanan terpenting adalah keberanian untuk menunjukkan kerentanan. Bagikan pengalaman tentang tantangan, kegagalan, atau ketakutan yang pernah Anda hadapi. Ceritakan apa yang Anda pelajari dan bagaimana Anda bertumbuh dari pengalaman tersebut. Hal ini membantu tim melihat bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari proses belajar.
Kepercayaan sering kali bekerja secara terbalik. Sebagai pemimpin, Anda justru perlu memberikan kepercayaan terlebih dahulu sebelum menerimanya kembali. Jadikan kerentanan sebagai kekuatan, dan biarkan hal itu menumbuhkan rasa aman, kepercayaan, dan pemberdayaan di dalam tim.
Lakukan Check-In Secara Rutin
Kebiasaan penting lainnya adalah melakukan check-in secara rutin dengan anggota tim. Jadikan ini sebagai prioritas yang nyata. Jangan hanya bertanya, “Apa kabar?” tetapi tanyakan, “Bagaimana keadaanmu sebenarnya?”
Beranilah membahas kondisi emosional mereka, bukan hanya pekerjaan. Setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda, dan itu tidak masalah. Temui mereka di posisi mereka masing-masing. Tunjukkan bahwa Anda melihat mereka sebagai manusia, bukan sekadar pelaksana tugas.
Check-in tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan satu lawan satu. Anda bisa memulai rapat dengan pertanyaan sederhana tentang kondisi tim hari itu, seperti “cuaca emosi” mereka. Jika belum nyaman berbicara, anggota tim dapat mengekspresikan perasaannya melalui emoji. Langkah kecil ini dapat membuka ruang dialog yang bermakna.
Mendorong Kesehatan dan Kesejahteraan
Kesejahteraan dan kinerja kerja saling berkaitan erat, dan keamanan psikologis berperan besar di dalamnya. Karena itu, pemimpin perlu terlebih dahulu memberi contoh dalam menjaga keseimbangan kerja dan hidup.
Contoh sederhana adalah memulai rapat beberapa menit lebih lambat dan mengakhirinya lebih cepat, memberi ruang bagi tim untuk mengatur waktu mereka. Jangan hanya menganjurkan orang lain untuk menjaga diri tunjukkan bagaimana Anda melakukannya. Bagikan momen sederhana, seperti berjalan santai di siang hari atau makan bersama keluarga.
Perhatikan juga kebiasaan Anda di luar jam kerja. Apakah Anda masih mengirim email saat malam hari atau saat cuti? Ingat, tim akan meniru apa yang Anda lakukan. Ketika Anda menjadikan kesejahteraan sebagai prioritas, Anda memberi izin bagi tim untuk melakukan hal yang sama.
Penutup
Dalam hierarki kebutuhan Maslow, aktualisasi diri berada di puncak. Namun, puncak itu tidak dapat dicapai tanpa fondasi yang kuat. Keamanan psikologis adalah fondasi tersebut yang memungkinkan pertumbuhan, hubungan tim yang sehat, dan kesadaran diri yang lebih baik.
Sebagai pemimpin, menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis adalah hadiah besar bagi tim Anda. Dampaknya akan terlihat pada sikap, kolaborasi, efektivitas kerja, komitmen, dan semangat inovasi. Dunia kerja saat ini sangat membutuhkan keamanan psikologis dan semuanya dimulai dari pemimpin seperti Anda.
David Witt adalah Direktur Program Blanchard®. Dia adalah peneliti pemenang penghargaan dan pembawa acara seri webinar bulanan perusahaan. David juga menulis atau ikut menulis artikel di Fast Company, Human Resource Development Review, Chief Learning Officer, dan US Business Review.