Percakapan Terbuka: Fondasi Kerja Sama di Era Baru

Apa Itu Kemampuan Berdialog Efektif?

Kemampuan berdialog efektif adalah kemampuan untuk berdiskusi secara konstruktif, fokus pada pembelajaran, membahas topik sulit, di situasi menantang, dan dengan orang yang punya pandangan berbeda. Menurut penulis bisnis Craig Weber, kemampuan ini sangat penting ketika kita mencoba merancang kembali dunia kerja pasca-COVID.

Ada dua alasan utama:

  1. Orang punya pandangan berbeda tentang apa yang aman atau tepat, tergantung pengalaman pribadi dan kondisi kesehatan mereka maupun keluarganya.
  2. Sebagian mulai mempertanyakan apakah mereka ingin kembali ke pola kerja lama, atau justru menginginkan pengaturan kerja yang berbeda.

Pandemi menjadi “eksperimen besar” yang membuka banyak kemungkinan baru.

Kenapa Penting bagi Perusahaan

Weber mengatakan, eksekutif senior mulai menyadari bahwa kemampuan berdialog efektif memberi keunggulan besar. Perusahaan dengan budaya ini lebih mudah menemukan solusi kerja, menarik talenta baru, dan mempertahankan karyawan lama.

Ketika orang merasa didengar dan punya pengaruh terhadap cara mereka bekerja, mereka cenderung bertahan, dibanding mencoba peruntungan di tempat lain.

Seimbang antara Keterbukaan dan Rasa Ingin Tahu

Menurut Weber, kemampuan berdialog efektif adalah soal menjaga keseimbangan antara dua hal:

  • Keterbukaan (candor): berbicara secara jujur, langsung, dan jelas.
  • Rasa ingin tahu (curiosity): bersikap terbuka, mau mendengar, dan tertarik memahami sudut pandang orang lain.

Masalahnya, di bawah tekanan, orang cenderung keluar dari titik seimbang ini. Ada yang menjadi terlalu tertutup dan hati-hati, ada juga yang justru menjadi lebih argumentatif dan kurang mau mendengar.

Semakin jauh tim dari titik keseimbangan, semakin sulit membuat keputusan yang tepat, mengelola perubahan, dan memasukkan perspektif semua pihak.

Contoh dalam Konteks Kerja Hybrid

Weber memberi contoh, jika seorang karyawan ingin lebih banyak bekerja dari rumah, percakapan bisa dimulai seperti ini:

“Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bekerja dari rumah dan lebih sedikit di kantor. Ini alasannya, termasuk manfaat untuk saya dan perusahaan. Tapi saya ingin tahu pendapat Anda, karena mungkin ada situasi di mana hal ini kurang cocok untuk bisnis. Saya terbuka untuk masukan.”

Dengan begitu, karyawan menyampaikan keinginannya, memberi alasan yang jelas, dan membuka ruang diskusi. Atasan kemudian bisa menanggapi, mengakui bagian yang disetujui, lalu menyampaikan kekhawatiran dan mengajak mencari solusi bersama.

Tujuannya bukan semua pihak mendapatkan 100% yang diinginkan, tapi membangun percakapan yang seimbang, menghargai, dan berfokus pada keputusan terbaik bagi semua.

Kerangka Bersama untuk Berbicara

Kemampuan berdialog efektif bekerja paling baik jika semua anggota tim memahami nilai, konsep, dan keterampilan yang sama. Misalnya, ketika seseorang berkata, “Kita sudah keluar dari titik keseimbangan keterbukaan dan rasa ingin tahu,” semua langsung mengerti maksudnya dan tahu bagaimana memperbaikinya

Tim yang punya kesepahaman seperti ini memiliki keunggulan besar dibanding tim yang tidak terkoordinasi. Terlebih di masa penuh ketidakpastian dan perubahan, kemampuan berdialog dengan cara yang terbuka dan terarah menjadi keterampilan yang sangat penting.

David Witt adalah Direktur Program Blanchard®. Dia adalah peneliti pemenang penghargaan dan pembawa acara seri webinar bulanan perusahaan. David juga menulis atau ikut menulis artikel di Fast Company, Human Resource Development Review, Chief Learning Officer, dan US Business Review.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.